FOTO:Ist-HD
JAKARTA – Sebanyak dua orang tewas setelah Selandia Baru diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) pada Minggu 13 November 2016 malam waktu setempat. Sejumlah gempa susulan juga terjadi di Negeri Kiwi dengan kekuatan bervariasi antara 4,9-6,2 SR. Pemerintah masih menerbitkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir pantai .
Kementerian Luar Negeri (Kemlu)
Indonesia langsung melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar (KBRI)
Wellington, untuk memastikan keadaan WNI. Seperti dimuat situs resmi Kemlu,
Senin (14/11/2016), WNI di sekitar lokasi gempa (Christchurch, Dunedin,
Invercargill, dan Nelson) dalam keadaan aman.
Meski begitu, KBRI terus melakukan
komunikasi dengan WNI yang tinggal di kota terdekat dengan pusat gempa, yakni
Kaikoura mengingat masih adanya gempa susulan. Menurut data, terdapat sekira
4.000 WNI di Selandia Baru. Sebanyak 2.138 orang di Auckland, 230 orang di
Christchurch, 40 orang di Dunedin, 15 orang di Invercargill, dan 30 orang di
Nelson.
WNI di Selandia Baru rata-rata berprofesi
sebagai tenaga profesional, mahasiswa, serta bekerja di sektor peternakan dan
perkebunan. Selandia Baru sendiri terkenal sebagai penghasil produk peternakan.
KBRI Wellington terus berkoordinasi
dan berkomunikasi dengan otoritas setempat serta
jaringan masyarakat Indonesia di Selandia Baru untuk mengikuti perkembangan
situasi pascagempa. KBRI Wellington membuka hotline di nomor +6421842849
bagi pihak keluarga yang ingin mengetahui kabar handai taulannya.(HD-WULAN)
