Halloween party ideas 2015


LAMPUNG SELATAN, HD - Salah satu daerah lumbung penghasil sapi nasional, Kabupaten Lampung Selatan Tuan Rumah Acara Gebyar Peternakan Panen Pedet tingkat Nasional tahun 2016 sekaligus acara pelaksanaan pengembangan program unggulan sapi peranakan ongolo (PO).
Acara yang melibatkan Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Desa Wonodadi Kecamatan Tanjung Sari, Selasa (15/11/2016). Acara tersebut, dihadiri Direktorat Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Wakil Gubernur Lampung Bahctiar Basri mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Fichardo, Kepala Dinas Peternakan Cecep Khaerudin mewakili Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. Sedankan thema yang diambil pada acara tersebut yakni, Panen Pedet Hasil IB "Mewujudkan Lampung Sebagai Lumbung Ternak Nasional".
Dalam sambutannya, Kepala Disnak Cecep Khaerudin mewakili Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan mengatakan, Pemkab Lampung Selatan telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meningatkan populasi serta kesejahteraan peternak.
Dan secara umum, pembangunan peternakan dan kesehatan hewan telah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

"Namun sebelumnya, sejak tahun 2011 pemerintah kami telah melakukan upaya untuk meningkatkan populasi sapi dengan memperhatikan kualitas sapi, yakni dengan mempraktekkan pola-pola pembibitan yang baik (Good Breeding Practices/GBP) dengan Pembentukan Kawasan Pengembangan dan Pelestarian Plasma Nutfah Sapi Peranakan Ongole (PO) yang juga diperkuat dengan Penetapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbibitan Sapi PO, yang selanjutnya dibentuklah wilayah pembibitan sapi PO yang melibatkan 20 kelompok ternak yang ada di Kecamatan Tanjung Sari ini," katanya menyampaikan sambutan Zainudin Hasan.
Lanjutnya mengatakan, Pemkab Lampung Selatan sampai saat ini juga, telah melakukan berbagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kelompok ternak dengan berbagai bimbingan teknis dan pembinaan. Dibidang pembibitan, pengolahan pakan, pemanfaatan kompos dan perbaikan manajemen kelompok, kemudian pembentukan lembaga-lembaga terkait seperti Koperasi Ternak “Maju sejahtera”, asosiasi peternak sapi PO (ASIPO), dam pembentukan UPT Pembibitan Sapi PO.
"Selain itu, pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana, pembangunan jalan menuju kawasan ternak, pembangunan pasar ternak, kandang ternak, gudang pakan, kantor UPT, kantor puskeswan dan lain-lain," ujar dia.
Cecep menyampaikan, sampai dengan saat ini populasi sapi di Kabupaten Lampung Selatan lebih kurang 110.000 ekor sapi. Dari jumlah populasi tersebut terdapat sapi betina produktif 30.000 ekor, yang menghasilkan kurang lebih  18.000 kelahiran pedet setiap tahunnya. Kemudian, dengan adanya progran Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) tahun 2015 dengan target 7.500 sapi indukan, diharapkan sampai dengan akhir tahun 2016 ini akan dilahirkan sekitar 24.000 ekor pedet.
"Kelahiran pedet hasil dari kegiatan GBIB dan Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Tanjungsari ini,  berjumlah 600 ekor pedet yang berasal dari 1.000 ekor indukan sapi jenis PO. Selain itu, pada tahun 2017 nanti Kabupaten Lampung Selatan akan mendapatkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB), dimana Lampung Selatan menargetkan 25.000 ekor sapi indukan," katanya.
Ditempat yang sama, Wagub Bahctiar Basri dalam sambutannya mengatakan, berbagai kebijakan dari pusat dalam sektor peternakan, Pemerintah Provinsi Lampung mengupayakan agar stok populasi sapi jadi ideal. "Misalnya, melarang pemotongan sapi betina produktif, menekan angka kematian ternak, dan percepatan peningkatan populasi sapi melalui inseminasi buatan dan intensifikasi kawin alam,” katanya.
Lanjutnya mengatakan, Pemprov Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota menempatkan peternakan sebagai subsector pertanian yang mampu menambah penghasilan. Untuk itu, pihaknya berharap, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus dikembangkan dalam membangun peternakan. “Kami berharap pusat dapat mendukung keinginan menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak nasional, khususnya komoditas sapi,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakanya, dari total populasi sapi di Lampung, 40% di antaranya atau 240 ribu ekor dalam kondisi siap kawin. Langkah Pemprov Lampung meningkatkan angka kelahiran dilakukan melalui Gerakan Terpadu Pelayanan Peternakan. “Jika 80% dari 240 ribu sapi betina itu melahirkan, berarti Lampung menyumbang 192 ekor pedet sebagai bakalan,” pungkasnya. (Ujg/YTaryono).

Pages

Powered by Blogger.