METRO,HD-Kepala SMKN
1 Metro, Dra. Dwi Widyaningsih mengatakan, pendidikan pramuka dapat
membentuk kepribadian dan karakter siswa yang berakhlaq mulia dan bermoral.
Menurutnya, Dasa Darma Pramuka adalah, salah satu
bagian dari kode kehormatan bagi anggota Gerakan Pramuka sekaligus merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip dasar Kepramukaan. Kode kehormatan
Pramuka terdiri atas janji (komitmen diri,red) dan ketentuan moral pramuka.
Ketentuan moral pramuka inilah yang kemudian disebut sebagai Darma Pramuka yang
terdiri atas Dwidarma (untuk pramuka siaga,red) dan dasa darma untuk pramuka
penggalang, penegak, pandega, dan anggota dewasa,” kata Dwi Widyaningsih kepada
Harian Detik, Sabtu (12/11) di ruang kerjanya.
Dwi Widyaningsih menambahkan, satu hal yang terpenting
dalam pendidikan adalah menjadikan siswa SMKN1 Metro memiliki sikap atau
karakter yang baik dan benar sesuai dengan moral, nilai, dan ketentuan yang
diharapkan oleh bangsa dan agama. Pendidikan pramuka, kata dia, dapat membentuk
kepribadian dan karakter siswa yang berakhlaq mulia dan bermoral baik. Jika
Pemerintah sangat serius untuk menetapkan pendidikan kepramukaan di sekolah,
maka jam pelajaran efektif, ini sangat luar biasa dengan kehadiran pramuka di
kelas secara teori dan praktik hal yang sangat dinantikan oleh guru dan siswa,”
ujarnya.
Selama ini, kata Dwi Widyaningsih, kita hanya
diberikan dengan tenaga dan pemikiran sisa untuk mengembangkan kegiatan pramuka
dengan ekstra kurikuler atau setelah kegiatan pokok dan utama selesai baru
melakukan kegiatan tambahan dengan pramuka, sehingga pembina dan siswa sebagian
masih ada yang sangat kurang untuk mengikutinya, apalagi siswa yang jauh tempat
tinggal dari sekolah tentu memilih untuk meninggalkan kegiatan pramuka, tetapi
dengan adanya pembaharuan ini akan sangat menyenangkan sekali bagi guru dan
siswa.
Sebagian orang masih beranggapan, bahwa pramuka itu
hanya tepuk tangan, bernyanyi, baris berbaris, tali temali. Padahal pramuka itu
bersifat fleksibel dalam arti dapat berkembang mengikuti zaman. Pengalaman
siswa yang telah mengikuti kegiatan pramuka, dapat dirasakan manfaatnya
kemandirian. Misalnya, suatu saat kita mengalami kecelakaan di tempat terpencil
jauh dari pemukiman, pramuka mengajarkan P3K, tali temali, dan sebagainya.
Mendapat keluarga baru, misalnya tidak hanya di
sekolah, di kota/desa, di Indonesia, bahkan di dunia pun karena “Pramuka” orang
sedunia bisa bertemu seperti Jambore Dunia. Kemudian, Dwi Widyaningsih, lebih mencintai
lingkungan, seperti bagaimana Pramuka mengajarkan tentang lingkungan alam
beserta pelestariannya, mengenal flora dan fauna. Lewat penjelajahan alam bebas
pramuka diajarkan untuk lebih akrab dengan alam,” ucapnya.
Masih di katakan Dwi Widyaningsih, melalui pendidikan
Pramuka diajarkan jiwa kepemimpinan, disiplin, kejujuran, tanggung jawab,
menjawab semua masalah dan mengatasinya. Tentunya dewan guru SMKN 1 Metro dalam
hal ini harus berperan aktif menyampaikan sosialisasi kepada siswa tentang
pentingnya pendidikan pramuka di sekolah, dan dirinya sekaligus sebagai
Kamabigus harus menentukan guru selaku pengajar khusus pramuka minimal yang
telah mengikuti kursus mahir dasar (KMD) pembina pramuka dibuktikan dengan
ijazah KMD supaya benar-benar pelaksanaan KBM terarah dan ada hasil yang lebih
maksimal sesuai dengan yang diharapkan,” kata Dwi Widyaningsih. (Pur)
Nampak pada gambar, Kepsek SMKN 1Metro, Dra. Dwi Widyaningsih foto bersama
Kepala Lingkungan Hidup Kota Metro, Yerri Noer Kartiko bersama dewan guru. (Purwadi)
