Bandar Lampung, HD – Semakin pasifnya perkembangan teknologi informasi tanpa disertai
pemanfaatan hal itu diranah studi akademik para mahasiswa
Membuat Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Himabi Fisip) UBL mendorong atensi mahasiswa
melalui kegiatan workshop bersama Praktisi Blooger dari Tunas Lampung, Gita
Sapta Nugraha, S.Kom di Aula Gedung Rektorat, Lantai 7, Kampus A, Drs. H. RM.
Barusman UBL.
Kegiatan yang diikuti 124 peserta ini,menyertakan
Dekan Fisip UBL Dr. Drs. H. Yadi Lustiadi, M.Si, Kaprodi Ilmu Administrasi
Publik Dr. Ida Farida, M.Si, Kaprodi Ilmu Administrasi Bisnis Drs. Suwandi,
M.M, Sekprodi Ilmu Komunikasi Noning Verawati, S.Sos, M.A, segenap dosen hingga
mahasiswa Fisip maupun fakultas dan prodi lain UBL.
Yadi Lustiadi sangat mengapresiasi diadakannya workhop
tersebut, selain berbentuk aktifitas bermanfaat bagi sivitas akademika
khususnya para mahasiswa, terutama menambah wawasan tentang pentingnya
pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang akademik.
“Dengan kondisi abad 21, tidak bisa dibantah lagi
teknologi informasi sangat urgen (penting), diibaratkan darah dalam tubuh kita
harus mau (terbuka) terhadap akses informasi sebagai suatu sarana, tak hanya
mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi sarana fasilitas kemudahan hidup”,ucapnya.
“Suka tidak suka, mahasiswa UBL harus memaksimalkan
berbagai hal teknologi informasi. Bahkan, dalam sistem perkuliahan, semakin
ditinggalkan sistem perkuliahan manual (hard copy). Penggunaan
laptop,android,flashdisc, modem dan kuota menjadi sarana wajib perkuliahan.
Mengakibatkan sistem perkuliahan dan waktu pembelajaran menjadi cepat,”ujarnya.
Kedepan, Dekanat Fisip bersama Rektorat UBL berharap
dari workshop ini, dapat mendorong peran mahasiswa dalam mengembangkan pola
kecerdasan, tidak lagi berbasis sebagai pengakomodir tetapi mampu menciptakan
pola-pola teknologi informasi baru yang dimulai dari ranah akademik kampus.
Intinya, kita mau memperdalami dan mengembangkan pola
pembelajaran teknologi informasi yang menyentuh aspek afektif, kognitif dan
motorik, sehingga sistem teknologi informasi dapat dimanfaatkan seoptimal
mungkin.
Ketua panitia Tuti Alawiyah menyebut landasan diadakan
workshop, mahasiswa tidak hanya dimengertikan, tetapi dapat dipergunakan secara
baik dalam menunjang studi akademik mahasiswa.(Jun/rls)