Halloween party ideas 2015



KOTA AGUNG, HD - Warga Pekon negeri ratu Kecamatan kota agung, di buat kesal oleh industri rumahan pembuatan Tahu yang di miliki oleh bapak ANTON warga Kelurahan Kuripan kecamatan kota agung. 

      Pasalnya, industri rumahan tersebut dalam pengolahan pembuatan Tahu,sama sekali tidak memikirkan dampak akibat buruk nya terhadap lingkungan sekitar.karena si pemilik membuang air limbah asal-asalan ke selokan yang mengalir ke kolam warga. Dimana kolam tersebut adalah tempat warga mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.dan aliran selokan yang terkena limbah tersebut mengalir juga ke area persawahan warga. 
Di mana sejak air sungai bercampur limbah tersebut, warga tidak lagi mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga. 

       Seperti yang di ungkapkan salah satu warga Pekon negeri ratu yang sawah nya terkena limbah pembuatan tahu tersebut menuturkan kepada wartawan Harian Detik "sejak terkena limbah pembuatan tahu tersebut. Yang biasanya aliran air nya bening dan bersih dan tidak bau. Kini malah sebaliknya. Selain baunya yang menyengat,  Dan dampak nya  mulai di rasakan oleh warga, yaitu gatal gatal pada kaki dan tangan." jelas salah satu warga kepada wartawan Harian Detik.

       Saat di temui  olehh wartawan Harian Detik di rumah nya di kelurahan kuripan, pemilik industri pembuatan tahu yaitu bapak ANTON, ia mengakui "jika memang limbah pembuatan tahu tersebut memang di buang ke selokan  yang mengalir ke kolam dan sawah warga. Dan saya belum mempunyai solusi cara pembuangan nya".katanya. 
Ketika di tanya tentang surat izin, dia mengatakan ",saya sudah izin secara lisan kepada RT setempat yaitu bapak Hasan marsad. Namun secara tertulis memang belum ada izin.baik itu Surat izin lingkungan, Surat izin kepala Pekon, bahkan Surat izin dari dinas terkait.Namun jika memang Industri rumahan saya ini mau di tutup, saya siap.".(Ahmad/Jun) 

Foto dokumen Junaidi. 
warna air yang berubah,sejak di aliri oleh limbah pembuatan tahu milik Pak Anton. Yang membuat gatal gatal pada kulit kaki dan tangan warga menggarap sawah yang terkena limbah tersebut. 

Pages

Powered by Blogger.