KOTA AGUNG, HD - Warga Pekon negeri ratu
Kecamatan kota agung, di buat kesal oleh industri rumahan pembuatan Tahu yang
di miliki oleh bapak ANTON warga Kelurahan Kuripan kecamatan kota agung.
Pasalnya, industri rumahan tersebut dalam pengolahan pembuatan
Tahu,sama sekali tidak memikirkan dampak akibat buruk nya terhadap lingkungan
sekitar.karena si pemilik membuang air limbah asal-asalan ke selokan yang
mengalir ke kolam warga. Dimana kolam tersebut adalah tempat warga mencuci
pakaian dan perabotan rumah tangga.dan aliran selokan yang terkena limbah
tersebut mengalir juga ke area persawahan warga.
Di mana
sejak air sungai bercampur limbah tersebut, warga tidak lagi mencuci pakaian
dan perabotan rumah tangga.
Seperti yang di ungkapkan salah satu warga Pekon negeri ratu yang
sawah nya terkena limbah pembuatan tahu tersebut menuturkan kepada wartawan
Harian Detik "sejak terkena limbah pembuatan tahu tersebut. Yang biasanya
aliran air nya bening dan bersih dan tidak bau. Kini malah sebaliknya. Selain
baunya yang menyengat, Dan dampak nya mulai di rasakan oleh warga, yaitu gatal gatal
pada kaki dan tangan." jelas salah satu warga kepada wartawan Harian
Detik.
Saat di temui olehh wartawan
Harian Detik di rumah nya di kelurahan kuripan, pemilik industri pembuatan tahu
yaitu bapak ANTON, ia mengakui "jika memang limbah pembuatan tahu tersebut
memang di buang ke selokan yang mengalir
ke kolam dan sawah warga. Dan saya belum mempunyai solusi cara pembuangan
nya".katanya.
Ketika di
tanya tentang surat izin, dia mengatakan ",saya sudah izin secara lisan
kepada RT setempat yaitu bapak Hasan marsad. Namun secara tertulis memang belum
ada izin.baik itu Surat izin lingkungan, Surat izin kepala Pekon, bahkan Surat
izin dari dinas terkait.Namun jika memang Industri rumahan saya ini mau di
tutup, saya siap.".(Ahmad/Jun)
Foto dokumen
Junaidi.
warna air
yang berubah,sejak di aliri oleh limbah pembuatan tahu milik Pak Anton. Yang
membuat gatal gatal pada kulit kaki dan tangan warga menggarap sawah yang
terkena limbah tersebut.
