FOTO:Ist-HD
SHEFFIELD - Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul
Mu'ti mengatakan, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat
(AS) ke-45 tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan politik
di Tanah Air.
Menurut dia, Indonesia merupakan
rekan yang baik bagi Amerika, sehingga banyak kesamaan dan keuntungan bagi
kedua negara yang harus dipertimbangkan oleh AS. Negeri Paman Sam seharusnya
memanfaatkan posisi Indonesia sebagai basis kekuatan Islam moderat.
"Amerika harus memanfaatkan
posisi Indonesia sebagai basis kekuatan Islam yang moderat untuk mempengaruhi
kaum Muslimin, apalagi dengan Indonesia sebagai negara demokratis dengan
mayoritas penduduknya beragama Islam," kata Abdul Mu'ti di sela-sela
pengajian Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (Kibar) di Sheffield,
Inggris, Senin (14/11/2016).
Pengaruh kebijakan politik Amerika
bagi Indonesia, baik di kepemimpinan Barack Obama maupun Donald Trump, katanya,
tidak akan jauh berbeda. "Kebijakan politik tidak akan jauh berbeda, ya
mungkin ibaratnya restoran McDonald’s dan KFC lah, sama-sama berasal dari Amerika
hanya saja penyajiannya berbeda," ujarnya.
Oleh karena itu, AS sebaiknya
menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan Indonesia. Jika tidak, maka
investasi AS di Indonesia tidak akan berjalan baik dengan adanya pendekatan
Cina ke Indonesia yang semakin luas.
Selain itu, dengan kondisi
perekonomian Indonesia yang cukup baik di tengah lesunya ekonomi dunia, Amerika
perlu mempertimbangan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi, khususnya di kawasan
Asia dan Asia Tenggara.(HD-WULAN)
