FOTO:Ist-HD
SEOUL - Kantor Kejaksaan Korea Selatan (Korsel)
menyatakan akan memeriksa Presiden Korsel Park Geun-hye dalam waktu
dekat. Pemeriksaan ini terkait dengan skandal politik yang menghantam
Geun-hye.
Namun, seperti dilansir Reuters pada Minggu
(13/11), Kejaksaan Korsel mengatakan belum memutuskan tanggal pasti
kapan Geun-hye akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Jika
terealisasi, Geun-hye akan menjadi Presiden pertama Korsel yang
diperiksa Kejaksaan.
Sementara itu, seorang pejabat Kejaksaan
Korsel mengatakan, pemipin Hyundai Motor telah diperiksa sebagai saksi,
kemarin. Dalam pemeriksaan itu, kepala Hyundai Motor ditanya mengenai
apakah Geun-hye atau siapapun yang ada di pusaran skandal ini berusaha
untuk melakukan pemerasan terhadap para konglomerat Korsel.
Kemarin, ratusan ribu warga Korsel turun ke jalan dan berkumpul di ibukota Seoul. Mereka menuntut pengunduran diri Geun-hye.
Sejumlah
besar polisi dikerahkan untuk mencegah demonstran mencapai istana
Presiden. Pihak demonstran mengklaim jumlah warga yang turun aksi
mencapai 1 juta, sedangkan pihak kepolisian menyatakan jumlah demonstran
mencapai 260 ribu orang.
Aksi demonstrasi ini adalah yang
terbaru dalam serangkaian aksi massa terhadap Park Geun-hye. Geun-hye
dituduh telah membiarkan temannya, Choi Soon-sil, mengakses dokumen
pemerintah tanpa izin. (HD-WULAN)