METRO, HD - Kepala SMA Negeri 5 Metro, Drs. Hanwar Priyo Handoko
mengatakan, pendidikan harus mampu merubah akhlak dari jelek menjadi baik, dan
selanjutnya mendorong yang baik jadi lebih baik. Seperti, revolusi mental
adalah perbaikan akhlak, perbaikan budi pekerti, perbaikan sopan santun siswa
di sekolah.
Selain utamakan
pendidikan akhlak, SMAN 1 Metro juga membangun karakter siswa. Pendidikan
karakter, memerlukan pelibatan proses pengembangan kognitif sekaligus sosial
siswa. Lebih-lebih, pengetahuan umumnya dikonstruksi bersama dengan cara
berinteraksi dengan para siswa lain dan atau guru. Pendidikan karakter seperti
ini, akan membantu melahirkan siswa yang menghargai pendapat orang lain
meskipun amat berbeda dengan pendapatnya, mampu bekerja dalam tim, dan
mengutamakan kemampuan pengambilan keputusan secara bersama -sama,” kata Hanwar
Priyo Handoko kepada Harian Detik, Saptu (19/11) kemarin.
Pria santun yang
sering di sapa Priyo menambahkan, pendidikan karakter seperti ini, akan
membantu melahirkan siswa yang menghargai pendapat orang lain meskipun amat
berbeda dengan pendapatnya, mampu bekerja dalam tim, dan mengutamakan kemampuan
pengambilan keputusan secara bersama -sama. Menurutnya, belajar sifatnya
interaktif, bahasa merupakan alat yang sangat besar perannya. Penggunaan
bahasa-bahasa yang sifatnya mengajak, bahasa menghargai pendapat orang lain,
bahasa yang mengandung harapan kemajuan khususnya di SMAN 5 Metro,” ujarnya.
Selain pelajaran
agama, kata Priyo, ada juga materi lain yang diajukan Dindik untuk ditambah
waktunya, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), bahasa, dan
materi lainnya yang berhubungan dengan pendidikan moral. Hal tersebut, menurut
dia akan sangat bermanfaat untuk membentuk karakter anak. Pasalnya, budaya yang
ada saat ini dapat membawa pengaruh buruk untuk pembentukan karakter anak
didik.
Selain itu,
pelajaran ekstra kurikuler sebagai wahana startegis pembentukan karakter siswa
di lingkungan SMAN 5 Metro adalah, memilikii integritas tinggi serta memiliki
kompetensi, kepribadian, sosial, dan profesional. Seperti yang di terapkan di
SMAN 5 Metro, yakni pembiasaan, penanaman kedisiplinan, menciptakan suasana
yang konduksif, integrasi dan internalisasi. Dengan memiliki visi dan misi yang
jelas, direalisasikan dengan berbagai kegiatan untuk membina akhlak dan
disiplin.
Dengan begitu,
diharapkan SMAN 5 Metro mampu menciptakan suasana lingkungan yang sehat dan
turut membantu mengembangkan keperibadian siswa secara integral, sehat fisik
dan mental, cerdas intelektual, emosional dan spiritual, serta memiliki iman,
ilmu dan amal,” ucapnya. Kemudian, kata Priyo, meletakkan landasan karakter
yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani, membangun
landasan kepribadian yang kuat, sikap cintai damai, sikap sosial dan toleransi
dalam konteks kemajemukan budaya, etnis, dan agama, serta menumbuhkan kemampuan
berfikir kritis melalui pelaksanaan tugas-tugas belajar dalam pendidikan
jasmani.
Lanjut Priyo
mengatakan, pihaknya mengambil berbagai hal positif, seperti kedisiplinan,
kebersihan, pembangunan karakter, dan kemampuan berbahasa Inggris yang tinggi.
Selain itu, SMAN 5 Metro berbagai ektrakurikuler (Ekskul) seperti pramuka,
Pasus (pasukan Khusus), Palang Merah Remaja (PMR), dance, ada rohis, futsal,
basket, dan seni baca Alquran juga diterapkan kepada anak didik, sebagai upaya
membentuk karakter siswa.
Sejauh ini, kata
dia, partisipasi siswa-siswi sangat aktif dan bersemangat untuk menambah
pembinaan mental, kepribadian, dan sekaligus menanamkan rasa percaya diri.
Pihaknya mengimbau kepada pembina maupun kesiswaan, agar mengikuti ekskul di
sekolah lebih fokus lagi. Ini bisa dilakukan dengan terobosan-terobosan baru.
Sehingga, siswa lebih sibuk dengan kegiatan-kegiatan ekskul dan fokus pada
sekolah, agar siswa bisa menghindari aktifitas yang tidak berguna di luar," kata Priyo. (Pur)
Nampak pada gambar, Kepala SMAN 5 Metro, Drs. Hanwar Priyo Handoko melatih
siswanya di bidang ektrakurikuler (Ekskul) futsal. (Purwadi)
