![]() |
| (ilustrasi/ist) |
harian-detik.com – Aparat hukum dari Direktorat Sabhara Polda Lampung menerjunkan polisi wanita (Polwan0 untuk mengantisipasi aksi premanisme di wilayah hukum setempat. Sebanyak 35 personel polwan dikerahkan di Pasar Bambu Kuning, perbankan serta perumahan di wilayah Lampung.
"Hal itu guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya pelaku premanisme yang beroperasi dan meresahkan masyarakat,” ujar Kasubdit Dalmas Ditsabhara Polda Lampung AKBP Achmad Defyudi, di Pasar Bambu Kuning, Kamis (23/6/2016).
Menurut dia, kegiatan itu yaitu program baru Direktur Sabhara Polda Lampung guna mendukung program Kapolda dengan polisi di mana-mana.
“Upaya pengamanan ini dikerjakan sebagai antisipasi terjadinya tindak pidana kejahatan seperti jambret dan copet yg meresahkan masyarakat,” jelas Defyudi.
Menghadapi perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah/2016 Masehi, tentunya pasar-pasar pasti ramai didatangi pengunjung buat membeli pakaian atau keperluan Lebaran lainya.
Untuk itu, prioritas Dalmas Ditsabhara Polda Lampung mengerahkan personel buat melakukan pengamanan agar pengunjung pasar dapat merasa aman.
“Sebanyak 35 personel polwan tersebut tetap mulai di-backup oleh personel laki-laki bersenjata lengkap, seandainya situasinya darurat,” kata Defyudi.
Selain pasar-pasar, pihaknya juga mulai melakukan pengamanan rumah dan ruko yang di tinggal pemiliknya, sarana ibadah serta objek vital lainnya termasuk mengatasi aksi premanisme yang melakukan pemalakan dengan dalih minta Tunjangan Hari Raya (THR).
Personel tersebut, mulai melakukan patroli keliling pasar dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar terus waspada dan hati-hati terhadap tindak kejahatan seperti, mengingatkan tak memakai perhiasan yg berlebihan sehingga memancing tindak kejahatan dan terus memperhatikan barang bawaan.
“Intinya Polda Lampung dan jajaran dapat memberikan pelayanan yg maksimal, melindungi masyarakat dari tindak kejahatan agar masyarakat merasa aman, serta mengayomi masyarakat agar dapat hidup nyaman,” ujar Defyudi, seperti dilansir laman Tabengan.
Sementara itu, Muryanto, salah seorang pedagang di Pasar Bambu Kuning mengaku senang dengan adanya petugas kepolisian yg turun segera mengingatkan masyarakat buat mewaspadai adanya tindak kejahatan seperti copet atau aksi premanisme.
“Kalau ada polisi di lapangan tentu mulai mempercepat masyarakat melapor apabila ada tindak kejahatan yg terjadi di pasar,” kata dia, seraya mengharapkan agar polisi dapat menindak tegas apabila adanya pelaku premanisme yg merugikan masyarakat. (*)
